24 March 2016

Resep Kue Kering Mama Menjadikan Wanita Ini Untung Miliyaran


Jika anda masih heran dengan judul artikel "Resep Kue Kering Mama Menjadikan Wanita Ini Untung Miliyaran", maka saya persilahkan untuk membaca artikel ini hingga selesai. 

Wanita ini bernama Liche Lidiawati. Meski pun wanita ini pernah kuliah di fakultas kedokteran gigi universitas pajajaran, namun siapa yang menduga bahwa ia akan sukses sebagai pengusaha kue kering dengan omzet miliaran tiap tahunnya. 

Media online KOMPAS pernah mewancarai wanita ini. Dalam wawancara itulah Liche menceritakan awal ia menekuni bisnis kue kering.

"Awalnya saya hanya membuat makanan yang disukai anak-anak menjadi kue kering seperti sereal coco crunch," kisah wanita yang 30 tahun menjadi dokter gigi di Pertamina ini.

Menurut kisah Liche yang dirilis oleh KOMPAS.com, kue kering yang ia buat berdasarkan resep mamahnya. Ia sama sekali tidak pernah ikut les membuat kue karena menurutnya resep dari mama sudah cukup.

Ternyata benar. Terbukti penggemar kue kering hasil resep mamanya itu tidak terbatas pada ketiga putranya saja. Banyak teman kantornya yang juga menyukai kue kering buatan wanita ini. Maka pada tahun 1996, wanita ini memulai menjual kue kering secara terbatas dengan harga Rp.5.000/ stoples. 

Resep Kue Kering Mama Menjadikan Wanita Ini Untung Miliyaran

Wanita ini membuat kue kering resep mama setiap hari sepulang kerja. Mulai dari jam 18:00 sampai jam 01:00. Ketika pesanannya bertambah banyak, wanita ini melibatkan tiga asisten rumah tangganya. 

Rasa kue dari resep mama yang enak dan gurih, menjadi salah satu penyebab kue kering buatan Liche semakin laku. Order kue keringpun membludak. Padahal menurutnya, ia tidak pernah menawarkan kue kering kepada orang-orang. Justru para konsumen yang pernah membeli kue keringnya yang merekomendasi kepada orang lain. 

Saat krisis moneter melambung, ia sempat ingin mengerem laju usahanya. Ini dikarenakan harga bahan kue yang naik. Akan tetapi, diluar dugaannya, banyak konsumen yang justru mencari kue kering buatan wanita ini untuk lebran, sekalipun harganya naik. Dari situlah wanita ini menyadari tingginya kebutuhan kue kering pada saat lebaran. 

Kesempatan emas ini, ia gunakan sebaik mungkin. Ia menambah karyawannya menjadi 10 orang. Ia juga membeli rumah di dekat kediamnya untuk memperluas tempat produksi. 

Wanita ini juga menambah varian kue keringnya. Beragam bahan baku seperti buah-buahan, kacang hijau, dan coklat, ia racik menjadi varian baru resep kue kering mama. Liche mengatakan bahwa kakak iparnya yang juga pembuat kue sering memberikan masukan untuk resep dan ide kue baru. 

Semakin besarnya bisnis wanita ini, karyawan yang dimilikinya juga ikut bertambah. Begitu juga dengan kapasitas produksinya. Pada tahun 2002 dia mendirikan pabrik seluas 600 meter untuk menampung 80 kariyawan. Tak tanggung-tanggung, wanita ini membenamkan investasi hingga 1 miliar rupiah untuk membeli tiga oven. 

Menejemen Rapi


Setelah delapan tahun menekuni usaha kue kering, barulah wanita ini membuat merek kue buatannya. Ia memilih Yorya yang merupakan singkatan dari ketiga nama anaknya, Adiya Kemara, Ryan Narendra, dan Yodha Prasta Pradana. Dan, Pada tahun 2009, nama itu baru dipatenkan sebagai merek usaha. 

Menurut pengakuan Liche, usaha kue kering merupakan usaha musiman. Karena orang tidak membeli kue keringsetiap hari. Puncak penjualan baru tiba saat lebaran dan natal. Namun wanita ini meyakini, kue kering pasti menjadi kebutuhan selama hari raya.

"Orang yang tidak punya uangpun bela-belain membeli kue kering," tuturnya.

Terbukti, pesanan kue kering Yorya selalu naik 15 persen setiap tahunnya. 

Karena itulah, pada bulan-bulan biasa, wanita ini hanya bisa menjual kue kering sebanyak 50 lusin stoples. Namun saat lebaran, pesanan melonjak menjadi 900 lusin stoples selama sebulan. Kemudian, pasa saat natal, pesanan kue sekitar 2.000 lusin. 

Sang Anak Ikut Bisnis Kue Kering


Kini wanita ini tidak sendirian. Selama empat tahun terahir, anak keduanya, Ryan, membantunya dalam bidang pemasaran. Meskipun masih menempuh studi di Australia, sang anak membuatkan website Yorya Cookies. Ryan pula yang merubah sistem keagenan Yorya.

Sejak ada situs tersebut, agen kue Yorya meluas dari Aceh hingga Papua. Jumlahnya saat ini sekitar 200 agen. Harga jual kue kering Yorya untuk agen adalah Rp. 47.500 - Rp.52.500 per stoples. Sedangkan harga untuk ritel adalah Rp. 70.000 - Rp.75.000/stoples.

Demikianlah Resep Kue Kering Mama Menjadikan Wanita Ini Untung Miliyaran. Mungkin anda mulai tertarik untuk memulai bisnis kue kering namun masih bingung bagaimana mendapatkan resep kue kering yang siap saing dalam hal rasa. Jangan hawatir, sebab blog Resep Mama akan terus menulis resep kue.  
Post a Comment

Dapatkan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner